A.
Pengertian
Monitoring (Pemantauan)
Banyak
istilah yang berkaitan dengan pengawasan
(controling) seperti monitoring,
correcting, evaluating, dan supervision.
Istilah-istilah tersebut digunakan sebagai alat controlling atau pengawasan.
Monitoring dan evaluasi merupakan aktivitas pengawasan yang pada keduanya
dimiliki tujuan yang sama yaitu untuk memastikan keberhasilan program.
Monitoring
adalah upaya manajer melakukan pemantauan terhadap lapangan untuk melihat dan
memastikan kegiatan tersebut sudah berjalan atau belum, dalam perjalanan kegiatan tersebut apakah ada
hambatan dan bagaimana solusi menangani hambatan tersebut. Dunn (2000) menjelaskan bahwa pemantauan atau monitoring merupakan prosedur
analisis kebijakan yang digunakan untuk memberikan informasi tentang sebab
akibat dari kebijakan.
B.
Fungsi
Monitoring (Pemantauan)
Pemantauan
memiliki dua fungsi pokok, yaitu untuk mengetahui kesesuaian pelaksanaan
program dengan rencana program dan untuk mengetahui seberapa pelaksanaan
program yang sedang berlangsung dapat diharapkan untuk menghasilkan perubahan
yang diinginkan. Dan fungsi yang kedua adalah untuk mengetahui peluang
terjadinya perubahan, baik perubahan yang positif ataupun yang negatif. Bila
terjadi adalah hal-hal yang negatif, maka pemantau dapat mencari
penyebabnya dan menentukan
langkah-langkah perbaikannya. Tentunya akan jauh lebih baik bila dapat segera
mencegah hal-hal yang negatif sebagai akibat yang ditimbulkan dari suatu
pelaksanaan program.
C.
Sasaran
Monitoring (Pemantauan)
Sasaran pemantauan adalah menemukan
hal-hal berikut.
1. Sejauh
mana pelaksanaan program telah sesuai dengan pelaksanaan program.
2. Sampai
seberapa jauh pelaksanaan program telah menunjukan tanda-tanda tercapainya
tujuan program.
3. Apakah
terjadi dampak tambahan atau lanjutan yang positif meskipun tidak direncanakan
.
4. Apakah
terjadi dampak sampingan yang negatif, merugikan, dan kegiatan yang mengganggu.
Temuan dampak
sampingan negatif dan merugikan perlu ditindak lanjuti dengan upaya mengurangi
atau meniadakannya sama sekali bila mungkin. Sebaliknya, terjadinya hal tak
terduga yang positif perlu diikuti dengan upaya untuk lebih mengintensifkannya.
D.
Teknik
dan Alat Monitoring (Pemantauan)
Adapun teknik dan alat
pemantauan adalah sebagai berikut.
1. Teknik
pengamatan partisipatif dengan menggunakan lembar pengamatan, catatan lapangan,
dan alat perekan elektronik. Pengamatan partisipatif adalah bahwa pengamatan
dilakukan oleh orang yang terlibat secara aktif dalam proses pelaksanaan
program.
2. Teknik
wawancara, secara bebas atau berstruktur dengan alat pedoman wawancaradan
perekam wawancara. Wawancara terstruktur adalah wawancara yang sepenuhnya
dipandu oleh pedoman wawancara.
3. Teknik
pemanfaatan dan analisis data dokumentasi seperti daftar hadir, suatu
pelajaran, hasil karya siswa, hasil karya guru, dan sebagainya.
Pengamatan
sangat cocok untuk merekam data tentang perilaku, aktivitas, dan proses-proses
lainnya. Dengan pengamatan dapat direkam pula data kualitatif. Wawancara
diperlukan untuk mengungkap data yang hanya dapat diungkap dengan kata-kata
secara lisan oleh sumbernya. Data yentang sikap, pendapat, wawasan, dapat
diungkap dengan teknik wawancara. Catatan lapangan sangat cocok untuk mencatat
data kualitatif, kasus istimewa, atau untuk melukiskan suatu proses.
E.
Pelaku
Pemantauan
Pemantauan
program dilakukan oleh evaluator bersama dengan pelaku / praktisi atau
pelaksana program. Dapat pula dilengkapi atau dibantu oleh pihak lain yang
diperlukan seperti kepala sekolah dan tokoh masyarakat.
F.
Perencanaan
Pemantauan
Perencanaan pemantauan
meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1. Perumusan
tujuan pemantauan, berisi informasi tentang apa yang diinginkan, untuk siapa,
untuk kepentingan apa.
2. Penetapan
sasaran pemantauan, apa yang akan dijadikansebagai objek pemantauan. Contoh :
kesulitan belajar dan jenis-jenis kesalahan konsepsi matematika yang masih
dialami para siswa.
3. Penjabaran
data yang dibutuhkan pemantauan, penjabaran dari sasaran. Contoh : guru perlu
dapat memilah kesalahan karena kecerobohan atau ketidaktelitian dengan
kesalahan karena kurang memahami makna dan cara penyelesaian soal.
4. Penyiapan
metode / alat pemantau sesuai dengan sifat objek dengan sumber atau jenis data.
Contoh : guru menyiapkan tugas berupa soal yang harus dikerjakan oleh setiap
siswa. Kertas atau buku yang berisi pekerjaan siswa akan menjadi sumber data
utama. Dari pekerjaan itulah guru akan mengidentifikasi bagian mana dari bahan
ajar matematika yang baru saja diajarkan, tetapi masih banyak belum yang
dipahami, jenis kesalahan apa yang pada umumnya masih dilakukan oleh para
siswa.
5. Perancangan
analisis data pemantauan dan pemaknaannya dengan berorientasi pada tujuan
pemantauan. Contoh : dalam analisis nantinya akan dilakukan pengelompokan
jenis-jenis kesalahan untuk menjadi bahan pertimbangan dalam memberikan
pembelajaran remedial, terutama pada sejumlah siswa yang memang masih mengalami
kesulitan dalam memahami pelajaran.
G.
Pemanfaatan
Hasil Pemantauan
Data yang telah
terkumpul dari hasil pemantauan harus secepatnya diolah dan dimaknai sehingga
dapat segera diketahui apakah tujuan pelaksanaan program tercapai atau tidak.
Pemaknaan hasil pemantauan ini menjadi dasar untuk merumuskan langkah-langkah
berikutnya dalam pelaksanaan program. Kalau perlu perubahan, perubahan apa dan
bagaimana perencanaannya. Kalau tidak ada hal mendasar yang memerlukan
perubahan, mungkin masih dapat pula dirumuskan bagian mana dari rancangan
program yang memerlukan perhatian lebih banyak, sehingga aspek-aspek program
yang sudah baik dapat menjadi lebih baik lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar