Selasa, 09 Juni 2015

Penurunan Permukaan Tanah


Air tanah akan bergerak dari tekanan tinggi menuju ke tekanan rendah. Perbedaan tekanan ini secara umum disebabkan oleh gaya gravitasi (perbedaan ketinggian antara daerah pegunungan dan permukaan laut), adanya lapisan penutup yang impermeabel di atas lapisan akifer, gaya lainnya yang disebabkan oleh pola struktur batuan atau fenomena lainnya yang ada di bawah permukaan tanah. Pergerakan ini secara umum disebut gradien aliran air tanah (potentiometrik).
Di dalam tanah terdapat beberapa lapisan antara lain adalah muka air tanah,  yaitu tempat meresapnya air. Berikutnya,  akifer bebas, yaitu adanya  air yang biasa terdapat pada sumur, atau di perkotaan biasanya disebut air tanah. Setelah itu, terdapat lapisan tanah kedap air.  Tanah ini memiliki pori-pori yang rapat sehingga air tidak dapat lolos. Di bawahnya terdapat air tanah dalam yang biasa disebut atesis.
Penurunan permukaan tanah sering terjadi di daerah perkotaan, perindustrian, dan manufaktur. Proses penurunan permukaan tanah diawali dengan pembangunan gedung bertingkat seperti perusahaan, hotel, dan mall. Pembangunan tersebut  juga menutup daerah resapan air sehingga tidak ada air yang meresap ke dalam tanah. Sementara itu, karena  adanya pembangunan di daerah perkotaan, kebutuhan air  meningkat. Karena tidak adanya resapan air ke tanah dan kebutuhan air meningkat ,sedangkan air yang terdapat di lapisan akifer terbatas dan tidak banyak,  lalu digunakan alat teknologi yang lebih canggih agar dapat mencapai air tanah dalam atau atesis.
Jetpam merupakan alat yang mampu mencapai air tanah dalam. Karena banyak  yang menggunakan alat ini,  air tanah dalam terus-menerus diambil. Sementara itu,  resapan air ke dalam tanah tidak ada. Karena berkurangnya air tanah dalam tanpa adanya penyerapan air lapisan tanah kedap air,  lambat-laun tanah yang kedap air  akan menurun. Hal itulah yang menyebabkan turunnya permukaan tanah.


Oleh: Dominicus Pandityasto (1406570940)