Air tanah akan bergerak dari
tekanan tinggi menuju ke tekanan rendah. Perbedaan tekanan ini secara umum disebabkan oleh gaya gravitasi (perbedaan
ketinggian antara daerah pegunungan dan permukaan laut), adanya lapisan penutup
yang impermeabel di atas
lapisan akifer, gaya lainnya yang disebabkan oleh pola struktur batuan atau fenomena lainnya
yang ada di bawah permukaan tanah. Pergerakan ini secara umum disebut gradien
aliran air tanah (potentiometrik).
Di dalam tanah terdapat beberapa
lapisan antara lain
adalah muka air tanah,
yaitu tempat meresapnya air. Berikutnya, akifer bebas, yaitu adanya air yang biasa terdapat pada sumur, atau di perkotaan biasanya disebut air tanah.
Setelah itu,
terdapat lapisan tanah kedap air.
Tanah ini memiliki pori-pori yang
rapat sehingga air tidak dapat lolos. Di bawahnya terdapat air tanah dalam yang
biasa disebut atesis.
Penurunan permukaan tanah sering
terjadi di daerah perkotaan, perindustrian, dan manufaktur. Proses penurunan
permukaan tanah diawali dengan pembangunan gedung bertingkat seperti perusahaan,
hotel, dan mall. Pembangunan tersebut juga menutup daerah
resapan air sehingga tidak ada air yang meresap ke dalam tanah. Sementara itu, karena adanya pembangunan di daerah perkotaan, kebutuhan air meningkat. Karena tidak adanya resapan air ke tanah dan kebutuhan air meningkat ,sedangkan air yang terdapat di
lapisan akifer terbatas dan tidak banyak, lalu
digunakan
alat teknologi yang lebih canggih agar dapat mencapai air tanah dalam atau
atesis.
Jetpam merupakan alat yang mampu
mencapai air tanah dalam.
Karena
banyak yang menggunakan alat ini, air tanah dalam terus-menerus diambil. Sementara itu, resapan air ke dalam
tanah tidak ada. Karena
berkurangnya air tanah dalam tanpa adanya penyerapan air lapisan tanah kedap
air, lambat-laun tanah yang kedap air akan menurun. Hal itulah yang menyebabkan turunnya
permukaan tanah.
Oleh: Dominicus Pandityasto (1406570940)