BAB I Strategi Belajar Mengajar
A. Pengertian
Strategi Belajar Mengajar
Strategi Belaar mengajar adalah tindakan guru
dalam melasanakan rencana pembelajaran dengan menggunakan beberapa variabel
pengajaran seperti tujuan, bahan, metode, dan alat serta evaluasi untuk
mempengaruhi siswa mencapai tujuan yang ditetapkan.
Newman dan Logan mengatakan strategi meliputi
empat masalah yaitu:
1. Mengidentifikasikan serta menetapkan
spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku.
2. Memilih sistem pendekatan belajar mengajar.
3. Memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan
teknik,p mebelajaran yang dianggap tepat dan efektif.
4. Menetapkan norma-norma dan batas minimal
keberhasilan atau kriteria dan standar keberhasilan.
Ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan guru
dalam melaksanakan strategi mengajar. Pertama adalah tahapan mengajar, kedua
adalah penggunaan model, dan ketiga penggunaan prinsip mengajar.
1.
Tahapan Mengajar
Tahapan mengajar terdiri dari tiga tahapan
pokok yaitu tahapan pemula (pra instruksinal), tahap pengajaran
(instruksional), dan tahap penilaian dan tindak lanjut.
2.
Pendekatan Mengajar
Inti dari tahapan instruksional adalah kegiatan
belajar para siswa. Tinggi rendahnya kadar kegiatan belajarbanyak dipengaruhi
oleh pendekatan mengajar yang digunakan guru. Beberapa model atau pendekatan
mengajar adalah:
a. Pendekatan Ekspositeri atau Model Informasi
b. Pendekatan Inquiry/Discovery
c. Pendekatan Interaksi Sosial
d. Pendekatan Tingkah Laku
B. Klasifikasi
Strategi Belajar Mengajar
Menurut Tabrani Rusyan, ada berbagai masalah
sehubungan dengan strategi belajar mengajar yang dapat digolongkan sebagai
berikut
1. Konsep Dasar Strategi Belajar Mengajar
2. Sasaran Kegiatan Belajar Mengajar
3. Belajar Mengajar Sebagai Suatu Sistem
4. Hakikat Proses Belajar
5. Entering Behavior Siswa
6. Pola Belajar Siswa
7. Memilih Sistem Belajar Mengajar
BAB II Hakikat Pembelajaran
Belajar dan mengajar meruipakan dua konsep yang
tidak bisa dipisahkan. Belajar menunjukkan apa yang harus dilakukan seseorang
sebagai subjek yang menerima pelajaran, mengajar menunjukkan apa yang dilakukan
guru sebagai pengajar.
A. Komponen-Komponen
Pembelajaran
Seorang guru harus melakukan empat komponen
dalam proses pembelajaran agar tujuan dari proses pembelajaran tercapai. Empat
komponen itu adalah:
1. Menentukan Tujuan yang Spesifik
2. Mengadakan Penilaian Pendahuluan
3. Merencanakan Program Pengajaran
4. Evaluasi
B. Komunikasi
Dalam Proses Belajar Mengajar
Komunikasi dibutuhkan agar interaksi belajar
mengajar antara guru dan murid bisa terlangsung dengan baik. Ada tiga pola
komunikasi yang dapat digunakan untuk membangun interaksi antara guru dengan
siswa.
1. Komunikasi sebaai aksi komunikasi satu arah
2. Komunikasi sebagai interaksi atau komunikasi
dua arah
3. Komunikasi yang tidak hanya melibatkan sebagai
transaksi
C. Kriteria
Keberhasilan Pembelajaran
Banyak guru merasa sulit menjawab pertanyaan
yang diajukan kepada dirinya mengenai “Apakah pengajaran yang dilakukan telah
berhasil, dan apa buktinya?” dan “Apa yang menjadi ukuran dalam menentukan
keberhasilan tersebut?”.
Untuk menjawab kedua pertanyaan tadi, kita
harus menentukan apa yang menjadi kriteria dari keberhasilan pengajaran.
Ada dua kriteria yang bersifat umum yaitu
kriteria ditinjau dari sudut proses (by
process) dan kriteria ditinjau dari sudut hasil yang dicapainya (by product).
1.
Pengajaran ditinjau dari segi proses
Untuk mengukur keberhasilan pengajaran dari
sudut proses dapat dikaji melalui beberapa persoalan
a. Apakah pengajaran direncanakan dan dipersiapkan
terlebih dahulu oleh guru dengan melibatkan siswa secara sistematik atau suatu
proses yang bersifat otomatis dari guru disebabkan telah menjadi pekerjaan
rutin?
b. Apakah kegiatan siswa mengajar dimotivasi guru
sehingga ia melakukan kegiatan belajar dengan penuh kesadaran, kesungguhan, dan
tanpa paksaan untuk memperoleh tingkat penguasaan pengetahuan kemampuan serta
sikap yang dikehendaki dari pengajaran itu sendiri?
c. Apakah siswa menempuh beberapa kegiatan belajar
sebagai akibat penggunaan multimedia yang dipakai guru atau terbatas kepada
satu kegiatan belajar saja?
d. Apakah siswa mempunyai kesempatan untuk
mengontrol dan menilai hasil belajar yang dicapainya atau ia tidak mengetahui
apakah yang ia lakukan itu benar atau salah?
e. Apakah proses pengajaran dapat melibatkan semua
siswa dalam kelas atau hanya siswa tertentu yang aktif belajar?
f. Apakah suasana pengajaran atua proses belajar
mengajar cukup menyenangkan dan merangsang siswa belajar atau suasana
mencemaskan dan menakutkan?
g. Apakah kelas memiliki sarana belajar yang cukup
kaya sehingga menjadi laboratorium belajar atau kelas yang hampa dan miskin
dengan sarana belajar sehingga tidak memungkinkan siswa melakukan kegiatan
belajar yang optimal?
2.
Pengajaran Ditinjau dari Hasil
Disampung tinjauan dari segi proses,
keberhasilan pengajaran dapat dilihat dari segi hasil. Ada korelasi antara
proses pengajaran dengan hasil yang dicapai makin besar usaha untuk menciptakan
kondisi proses pengajaran maka makin tinggi pula hasil atau produk dari
pengajaran.
Berikut adalah beberapa persoalan yang dapat
dipertimbangkan dalam menentukan keberhasilan pengajaran ditinjau dari segi
hasil yang dicapai siswa
a. Apakah hasil belajar yang diperoleh ssiwa dari
porses pengajaran Nampak dalam bentuk perubahan tingkah laku secara menyeluruh
yang terdiri atas kognitif, afektif, dan psikomotorik scara terpadu pada diri
siswa atau hasil belajar yang bersifat tunggal?
b. Apakah hasil belajar yang dicapai siswa dari
proses pengajaran mempunyai daya guna dan dapat diaplikasikan mempunyai daya
guna dan diaplikasikan dalam kehidupan siswa, terutama dalam pemecahan masalah
yang dihadapi atau suatu hasil yang samar-samar sehingga tak banyak dan tak
dapat diterapkan?
c. Apakah hasil belajar yang diperoleh siswa tahan
lama diingat dan mengendap dalam pikiran serta cukup mempengaruhi perilaku
dirinya atau bersifat incidental masuk dari telinga kiri keluar dari telinga
kanan?
d. Apakah yakin bahwa perubahan yang ditujukan
oleh siswa merupakan akibat dari proses pengajaran atau perubahan sebagai
akibat lain diluar proses pengajaran?
D. Faktor
Yang Mempengaruhi Hasil Belajar Siswa
Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor
utama yaitu faktor lingkungan dan faktor yang berasal dari diri siswa itu
sendiri. Clark mengemukakan bahwa hasil belajar siswa disekolah 70 persen
dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan 30 persen dipengaruhi oleh lingkungan.
Disamping faktor kemampuan yang dimiliki siswa,
faktor lain seperti motivasi, minat, sikap dan kebiasaan, ketekunan, sosial,
ekonomi, dan faktor fisik dan psikis berpengaruh kepada hasil belajar.
BAB III Metode Pembelajaran
A. Pengertian
Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran adalah cara atau teknik
penyajian bahan pelajaran yang digunakan guru pada saat menyajikan bahan
pelajaran baik secara individual atau secara kelompok.
Syarat-syarat yang harus diperhatikan seorang
guru dalam penggunaan metode pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Metode yang dipergunakan harus dapat
membangkitkan motif, minat atau gairah belajar siswa.
2. Metode yang digunakan dapat merangsang
keinginan siswa untuk belajar lebih lanjut
3. Metode yang digunakan harus dapat memeberikan
kesempatan bagi siswa untuk mewujudkan hasil karya
4. Metode yang digunakan harus dapat menjamin
perkembangan kegiatan kepribadian siswa
5. Metode yang digunakan harus dapat mendidik
murid dalam teknik belajar sendiri dan cara memperoleh pengetahuan melalui
usaha pribadi
6. Metode yang digunakan harus dapat menanamkan
dan mengembangkan nilai dan sikap siswa dalam kehidupan sehari-hari
B. Macam-Macam
Metode Mengajar dan Penggunaannya
Memilih berbagai metode yang tepat untuk
menciptakan proses belajar mengajar yang menarik. Di bawah ini beberapa metode
belajar dan penggunaannya.
1.
Metode Ceramah
Metode ceramah adalah metode yang dilakukan
guru dalam menyampaikan bahan pelajaran dalam kelas secara lisan. Interaksi
guru dan siswa banyak menggunakan bahasa lisan. Dalam metode ini yang mempunyai
peran utama adalah guru.
2.
Metode Tanya Jawab
Metode ini adalah metode mengajar yang
memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat two way traffic karena pada saat ini terjadi dialog antara guru dan
siswa. Dalam komunikasi ini terlihat adanya hubungan timbale balik secara
langsung antara guru dan siswa.
3.
Metode Diskusi
Diskusi suatu kegiatan kelomopok untuk
memecahkan masalah dengan maksud untuk mendapat pengertian bersama yang jelas
dan teliti tentang sesuatu atau untuk merampungkan keputusan bersama.
4.
Metode Tugas Belajar dan Resitasi
Tugas dan resitasi tidak sama dengan pekerjaan
rumah tapi lebih luas dari itu. Tugas dilaksanakan di rumah, sekolah, dan
tempat lain. Metode tugas dan resitasi merangsang anak aktif belajar baik
secara individu maupun kelompok.
5.
Metode Kerja Kelompok
Metode kerja kelompok atau bekerja dalam
situasi kelompok mengandung pengertian bahwa siswa dalam satu kelas dipandang
sebagai suatu kesatuan tersendiri.
6.
Metode Demontrasi dan Eksperimen
Metode demontrasi adalah metode mengajar yang
memperlihatkan bagaimana proses terjadinya sesuatu. Metode eksperimen adalah
metode pengajaran yang dilakukan bersama-sama oleh guru dan siswa.
7. Metode
Sosiodrama dan Bermain Peran
Metode sosiodrama adalah metode mengajar dengan
mendemonstrasikan cara bertingkah laku dalam hubungan sosial, metode bermain
peran adalah menekankan kenyataan dimana para siswa diikut sertakan dalam
permainan peranan dalam mendemontrasikan masalah sosial.
8. Metode
Problem Solving
Metode problem solving tidak hanya metode
mengajar tetapi juga metode berpikir, dalam metode ini menggunakan metode lain
dimulai dari mencari data sampai menarik kesimpulan.
9. Meode
Sistem Regu
Metode sistem regu atau team teaching adalah pengajaran yang dilakukan bersama oelh
beberapa orang yang artinya suatu metode atau cara menyajikan bahan pelajaran
dilakukan bersama dua orang atau lebih.
10. Metode
Latihan
Metode latihan umumnya digunakan untuk
memperoleh ketangkasan atau keterampilan dari apa yang sudah dipelajari.
11. Metode
Karyawisata
Metode ini kunjungan keluar kelas dalam rangka
belajar.
BAB IV Tugas, Peranan, dan Kompetensi Guru
A. Tugas
Guru dalam Proses Belajar Mengajar
Seorang guru memiliki banyak tugas. Jika
dikelompokan tugas guru berupa tugas dalam bidang profesi, tugas kemanusiaan,
dan tugas dalam bidang kemasyarakatan.
Tugas guru dalam proses belajar meliputi tugas
pedagogis dan tugas administrasi. Pedagogois adalah tugas membimbing dan
memimpin.
Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik,
mengajar, dna melatih
Tugas guru dalam kemanusiaan di sekolah harus
menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua.
Tugas kemasyarakatan guru adalah guru
berkewajiban mencerdaskan bangsa menuju pembentukan manusia Indonesia seutuhnya
yang berdasarkan Pancasila.
B. Peran
Guru dalam Proses Belajar Mengajar
Peran guru dalam proses belajar dapat
dikaslifikasikan sebagai berikut
1. Guru sebagai Demonstrator
2. Guru sebagai Pengelola Kelas
3. Guru sebagai Mediator dan Fasilitator
4. Guru sebagai Evaluator
5. Peran guru dalam pengadministrasian
6. Peran guru secara Pribadi
7. Peran Guru secara psikologis
C. Kompetensi
Guru
Kompetensi merupakan kemampuan dan kewenangan
guru dalam melaksanakan profesi keguruan. Melihat tugas, peran, dan tanggung
jawab guru, maka kompetensi seorang guru dibagi menajdi tiga bidang.
1. Kompetensi Kognitif
2. Kompetensi sikap
3. Kompetensi Perilaku
BAB V Keterampilan Dasar Mengajar
Guru merupakan penentu keberhasilan proses
belajar mengajar, oleh sebab itu seorang guru harus memiliki beberapa keterampilan
agar tujuan dari proses belajar mengajar yang telah dirumuskan dapat tercapai.
A. Keterampilan
bertanya
Pertanyaan yang dirumuskan dan digunakan dengan
tepat akan menjadi alat komunkasi antara guru dan murid yang ampuh. Guru harus
menguasai berbagai teknik bertanya dan guru harus mendengarkan dengan
sungguh-sungguh apa yang dikemukakan oleh siswa dan mempberi tanggapan positif
terhadap siswa
B. Keterampilan
Memberi Penguatan
Penguatan atau reinforcement adalah bentuk respons bersifat verbal yang merupakan
bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa yang
bertujuan memberikan informasi atau umpan balik bagi penerima atas perbuatan
sebagai suatu dorongan atau koreksi.
C. Keterampilan
Mengelola Kelas
Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru
untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan
mengembalikannya apabila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.
Pengelolaan kelas adalah kegiatan-kegiatan untuk menciptakan dan mempertahankan
kondisi optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar.
D. Keterampilan
Menjelaskan
Yang dimaksud dengan keterampilan menjelaskan
dalam pengajaran adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasi
secara sistematik. Penyampaian informasi yang terencana dengan baik dan disajikan
dengan urutan yang cocok merupakan cirri utama kegiatan menjelaskan.
E. Keterampilan
Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
Diskusi kelompok kecil adalah suatu proses yang
teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang
diinformasi dengan berbagai pengalaman atau informasi pengambilan kesimpuilan
atau pemecahan masalah. Tidak semua guru
mampu membimbing para siswa untuk berdiskusi dan calon giri mampu membimbing
para siswa berdiskusi tanpa mengalami kesulitan.
F. Keterampilan
Mengadakan Variasi
Variasi stimulasi adlaah kegiatan guru dalam
mengenal konteks interaksi belajar mengajar yang ditujukan untuk mengatasi
kebosanan murid sehingga dalam situasi belajar mengajar murid senantiasa
menunjukkan ketekunan, antusiasme, dan partisipasi.
G. Keterampilan
Membuka dan Menutup Pelajaran
Guru harus bisa membuka pelajaran unuk
menyiapkan kondisi mental murid agar perhatian terpusat pada apa yang akan
dipelajarinya sehingga usaha tersebut memberikan efek positif terhadap kegiatan
belajar.
H. Keterampilan
Mengajar Kelompok Kecil dan Perseorangan
Secara fisik bentuk pengajaran yang dihadapi
guru terbatas, yaitu antara 3-8 orang untuk kelompok kecil dan seorang untuk
perseorangan. Guru tidak hanya menghadapi satu orang atau satu kelompok saja
sepanjang waktu. Guru menghadapi banyak siswa yang terdiri dari beberapa
kelompok yang terdiri dari beberapa kelompok.
BAB VI Media Pembelajaran
A. Pengertian
Media Pembelajaran
Menurut Association
For Education and Communication Technology (AECH), media adalah bentuk yang diprogramkan untuk suatu proses
penyaluran informasi. Medua merupakan alat yang digunakan sebagai perantara
untuk menyampaikan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemajuan
siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar mengajar.
B. Fungsi
dan Nilai Media
Ada enam fungsi pokok media dalam proses
belajar mengajar
1. Penggunaan media dalam proses belajar mengajar
mempunyai fungsi sebagai alat bantu
2. Penggunaan media merupakan bagian yang
terintegral dari keseluruhgan situasi mengajar
3. Media dalam penggunaannya integral dengan
tujuan dan fungsi
4. Penggunaan media dalam pembelajaran bukan hanya
sebagai alat hiburan, media digunakan untuk melengkapi proses belajar
5. Penggunaan Media dalam pembelajaran membantu
untuk mempercepat proses belajar mengajar dan membantu siswa dalam menangkap
pengertian dan pemahaman dari penjelasan yang diberikan guru
6. Penggunaan media diutamakan untuk meningkatkan
dan mempertinggi mutu belajar
C. Macam-Macam
Media
Media dalam proses belajar dibedakan menjadi
alat peraga dua dan tiga dimensi serta alat peraga yang diproyeksi
1. Alat peraga dua dan tiga dimensi
a. Bagan
b. Grafik
c. Poster
d. Gambar
e. Peta datar
f. Peta timbul
2. Media yang diproyeksi
a. Film
b. Slide dan Filmstrip
D. Penerapan
Media Pembelajaran
Prinsip-prinsip penggunaan media menetapkan
tujuan mengajar dengan menggunakan media, meliputi
1. Persiapan guru
2. Persiapan kelas
3. Langkah penyajian pelajaran dan media
4. Langkah kegiatan belajar
5. Langkah kegiatan evaluasi pelajaran dan media
BAB VII Pengelolaan Proses Pembelajaran
A. Perencanaan
Pembelajaran
Seorang guru harus memiliki kemampuan dalam
merencanakan pembelajaran karena tikiam uamg domokegiatan yang direncanakan
dengan matang akan lebih terarah dan tujuan yang diinginkan lebih mudah
tercapai.
Rencana pembelajaran dibuat oleh guru untuk
setiap kali pertemuan atau bisa juga untuk 4 atau 5 kali pertemuan sekaligus.
Dalam membuat rencana pembelajaran harus memuat lima unsure.
1. Tujuan instruksional
2. Bahan pembelajaran
3. Kegiatan belajar
4. Metode dan alat bantu
5. Evaluasi/penilaian
B. Pelaksanaan
Kegiatan Pembelajaran
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran merupakan
proses berlangsungnya belajar mengajar di sekolah yang merupakan inti dari
kegiatan pendidikan.
Tahap yang harus ditempuh oleh guru dalam
pelaksanaan kegiatan pembelajaran adalah:
1. Tahap Pra Instruksional, tahap yang ditempuh
saat memulai proses pembelajran
2. Tahap Instruksional atau tahap pemberian bahan
pelajaran
3. Tahap evaluasi, tahap ini bertujuan untuk
engetahui keberhasilan tahap instruksional
C. Strategi
Pembelajaran Aktif
Pembelajaran aktif adalah suatu pembelajaran
yang mengajak siswa untuk belajar secara aktif. Menurut Hisyam Zaini dkk
Strategi Pembelajaran aktif antara lain:
1. Critical Incident (Pengalaman Penting)
2. Prediction Guide (Tebak Pelajaran)
3. Group Resume (Resume Kelompok
4. Assesment Search (Menilai Kelas)
5. Questions Student Have (Pertanyaan dari Siswa)
6. Active Knowledge Sharing (Saling tukar
pengetahuan)
7. Listening Teams (Team pendengar)
8. Synergetic Teaching (Pengajaran sinergis)
9. Active Debate (Debat aktif)
10. Card Sort (Sortir Kartu)
11. Jigsaw Learning (Belajar Model Jigsaw)
12. Everyone is A Teacher (Setiap orang adalah
guru)
BAB VIII Evaluasi Pembelajaran
A. Pengertian,
Kedudukan, dan Syarat-Syarat Umum Evaluasi
1.
Pengertian Evaluasi
Evaluasi adalah proses sistematis untuk
menentukan nilai sesuatu berdasarlam lroteroa tertentu melalui penilaian.
Evauasi belajar dan pembelajaran adalah proses
untuk menentukan nilai belajar dan pembelajaran yang dilaksanakan dengan
melalui kegiatan penilaian atau pengukuran belajar dan pembelajaran.
2.
Syarat-Syarat Umum Evaluasi
Syarat umum yang harus dipenuhi dalam
mengadakan kegiatan evaluasi dalam proses pendidikan adalah.
a. Kesahihan (Validitas)
b. Keterandalan
c. Kepraktisan
B. Fungsi
Evaluasi Hasil Belajar
Fungsi kegiatan evaluasi hasil belajar adalah
1. Untuk diagnostic dan pengembangan
2. Seleksi
3. Kenaikan kelas
4. Penempatan
C. Teknik-Teknik
Evaluasi
Teknik evaluasi digunakan untuk menilai siswa
yang lulus dan bekerja atau menempati pekerjaan tertentu untuk itu diperlukan
data pada waktu yang bersangkutan masih di bangku lembagap endidikan dan data setelah
ia bekerja.
Teknik pengukuran dalam konteks latihan
meliputi:
1. Teknik Pengukuran Langsung
2. Pengukuran dampak secara tak langsung
3. Pengukuran berdasarkan informasi pihak kedua
4. Teknik mengukur reaksi dalam jangka panjang
Pengukuran secara langsung tentang permintaan
pada pendidikan dan kuesioner serta wawancara.
1. Teknik-teknik evaluasi akhir pengajaran
2. Teknik evaluasi keterampilan reproduksi
3. Teknik keterampilan produktif
4. Teknik menilai pengetahuan
BAB IX Pembelajaran Modul
Model pembelajaran modul merupakan salah satu
metode yang baru yang membuka kemungkinan memberikan pengajaran kepada sejumlah
besawr siswa dan member kesempatan bagi pengajaran individu
A. Pengertian
dan Tujuan Pembelajaran
1. Pengertian
Modul adalah unit lengkap yang terdiri dari
rangkaian kegiatna belajar yang disusun untuk memmbantu siswa mencapai tujuan
yang telah dirumuskan.
2.
Tujuan Pembelajaran Modul
Sistem pembelajaran modul dipandang lebih
efektif karena pembelajaran modul merupakan salah satu bentuk pembelajaran
mandiri yang dapat membimbing siswa untuk belajar sendiri mengenai materi
pelajaran tanpa adanya campur tangan guru. Tujuan dari pembelajaran modul
adalah:
a. Siswa dapat belajar sesuai dengan cara
masing-masing
b. Siswa mempunyai kesempatan belajar sesuai
dengan kecepatan masing-masing
c. Siswa dapat memilih topic pelajaran yang
diminati
d. Siswa diberi kesempatan untuk mengenal
kelebihan dan kekurangannya
B. Langkah-Langkah
Penyusunan Modul
Langkah dalam penyusunan modul adalah:
1. Merumuskan tujuan secara jelas dan spesifik
2. Urutan tujuan-tujan menentukan langkah diikuti
dalam modul
3. Teks diagnotik untuk mengukur pengetahuan dan
kemampuan siswa
4. Menyusun alasan pentingnya modul bagi siswa
5. Kegiatan belajar direncanakan untuk membantu
siswa
6. Menyusun post-test untuk mengukur hasil belajar
7. Menyiapkan sumber bacaan yang dibutuhkan siswa
C. Prinsip
Pembelajaran Modul
Pembelajaran modul memiliki karakteristik
tersendiri yang luas dan berebda dengan pembelajaran individual, yaitu:
1. Prinsip fleksibilitas
2. Prinsip feedback
3. Prinsip penguasaan tungtas
4. Prinsip remedial
5. Prinsip motivasi
6. Prinsip pengayaan
BAB X Pembelajaran Micro Teaching
A.
Pengertian,
Tujuan, Dan Penggunaan Micro Teaching
1. Pengertian
Micro Teaching adalah kegiatan mengajar yang
dilakukan dengan cara menyederhanakan atau segalanya dikecilkan. Dengan
memperkecil jumlah murid, menyingkat waktu, mempersempit sasaran dan mebatasi
keterampilan, maka perhatian dapat sepenuhnya dilakukan untuk pembinaan dan
penyempurnaan keterampilan khusus yang dipelajari.
Unsur-unsur penting dalam micro teaching:
·
Tujuan dan
sasaran keterampilan
·
Struktur
dan Organisasi
·
Perencanaan
dan Jadwal
·
Pembinaan
·
Feedback
·
Siswa
·
Saran
kegiatan
2. Tujuan Micro Teaching
Tujuan umum micro taching adalah mempersiapkam
mahasiswa calon guru untuk menghadapi pekerjaan mengajar spepenuhnya di muka
kelas dengan memiliki pengetahuan, keterampilan, kecakapan dan sikap sebagai
guru professional.
3. Penggunaan Micro teaching
Micro teaching dapat digunakan dalam
a. Latihan pre servie
b. Latihan in service
c. Latihan bagi kelompok perdamaian
d. Latihan bagi guru-guru/dosen perguruan tinggi
e. Penyulihan Mikro
f. Latihan bagi supervisor
g. Pembelajaran mikro
4.
Pola dasar
operasional
Pola berdasarkan:
·
Prinsip
efisiensi
· Prinsip koordinasi
· Prisnip kooperasi/komunikasi
· Prinsip prioritas
5.
Pola
organisasi
Organisasi yang baik dengan susunan personal
serta tata kerja yang tepat akan ikut menentukan berhasilnya kegiatan micro
teaching. Organisasi micro teaching merupakan satuan kerja yang terdiri dari:
a. Pimpinan
b. Sekretaris
c. Biro pelaksanaan program
d.
Staf ahli
teknis
e. Staf ahli penelitian
f. Dewan yang terdiri
g. Mahasiswa sebagai subyek micro teaching
6.
Pola
Sarana
Pola ini disesuaikan dengan fasilitas yang ada
7.
Pola
Pembiayaan
·
Kategori
pembiayaan
a. Pembiayaan minimal
b. Pembiayaan menggunaan Video Tape Recorder
B. Program Pendidikan dan Pengajaran dalam Micro
Teaching
1.
Tujuan
Operasional Micro Teaching
a. Mengembangkan kemampuan diri
b. Memungkinkan adanya perbaikan
c. Menanamkan rasa percaya diri
d. Mengembangkan sikap kritis
e. Menanamkan kesadaran akan nilai keterampilan
f. Menyiapkan bekal mahasiswa dalam menghadapi
praktek keguruna
g. Mengenal kelemahan dan kekeliruan dalam
penampilan keterampian
h. Memungkinkan melihat model cara mengajar
i.
Memungkinkan
banyak orang yang dapat mengikuti proses mengajar
j.
Merupakan medan
baru untuk mencoba system atau metode baru
k. Member kesempatan pendekatan analitis mengenaik
eterampilan dan strategi mengajar
2.
Materi
kegiatan
Materi kegiatan yang dimaksud adalah
keterampilan yang akan dilatih dalam micro teaching
a. Keterampilan member motivasi
b. Keterampilan presentasi dan komunikasi
c. Keterampilan mengemukakan pertanyaan
d. Leterampilan memimpin
e. Mengembangkan kegiatan berpikir murid
f. Keterampilan mengadakan evaluasi
3.
Prosedur
Micro Taching
a. Diskusi dan analisa macam-macam keterampilan
b. Model
c. Tugas untuk micro taching dan penyusunan
persiapan
d. Praktek micro teaching
e. Feedback
f. Mengubah/memperbaiki persiapan mengajar
g. Praktek micro teaching ulang
h. Observasi dan pencatatan dilakukan lagi
i.
Menyoroti perbaikan
yang telah dicapai calon guru
C. Langkah-Langkah Pembelajaran Micro Teaching
1.
Pengenalan
2.
Penyajian
model
3.
Persiapan
4.
Praktek
5.
Diskusi
D. Evaluasi dalam Micro Teaching
Dalam micro teaching evaluasi dibagi atas:
1.
Siapa yang
menilai
2.
Apa yang
dinilai
3.
Guna penilaian
4.
Contoh format
penilaian
E. Umpan Balik
1.
Maksud Umpan
Balik
Umpan Balik adalah data ntuk feedback yang
didiskusikan, dilihat, kembali keterampilan dalam micro teaching.
2. Pelaksanaan Umpan Balik
Pelaksanaan feedback dilakukan setelah micro teaching
dan murid-murid yang dipinjam kembali ke kelasnya.
3. Guna Feedback
Feedback berguna untuk:
a. Mengaktuifkan seluruh orang yang tersangkut
dalam micro teaching
b.
Arena yang
memberikan kesempatan untuk mengeluarkan pendapat
c.
Ksempatan mengenali
diri
d.
Mengetahui
kelemahan sendiri
e.
Mempunyai sikap
terbuka
f.
Mengembangkan
rasa percaya diri
g.
Merupakan
usaha bersama untuk menyempurnakan keterampilan
h.
Dijadikan bahan
penelitian/riset praktek
F.
Persiapan
Micro teaching
1.
Waktu bila
mana diadakan micro teaching
2.
Tempat dilakukan
micro teaching
3.
Orang-orang
dalam micro teaching
4.
Pola micro
teaching
5.
Rencana kegiatan
dan prosedur kegiatan
6.
Sarana dan
prasarana
7.
Follow Up
G.
Penyelenggaraan
Micro Teaching
1.
Penyelenggaraan
di pusat micro teaching di kampus
2.
Penyelenggaraan
di pusat micro teaching di sekolah