Jumat, 05 Desember 2014

Resume Buku Strategi Belajar Mengajar Micro Teaching Drs. H. Ahmad Sabri, M.Pd.


BAB I Strategi Belajar Mengajar
A.    Pengertian Strategi Belajar Mengajar
Strategi Belaar mengajar adalah tindakan guru dalam melasanakan rencana pembelajaran dengan menggunakan beberapa variabel pengajaran seperti tujuan, bahan, metode, dan alat serta evaluasi untuk mempengaruhi siswa mencapai tujuan yang ditetapkan.
Newman dan Logan mengatakan strategi meliputi empat masalah yaitu:
1.      Mengidentifikasikan serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku.
2.      Memilih sistem pendekatan belajar mengajar.
3.      Memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik,p mebelajaran yang dianggap tepat dan efektif.
4.      Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria dan standar keberhasilan.
Ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan guru dalam melaksanakan strategi mengajar. Pertama adalah tahapan mengajar, kedua adalah penggunaan model, dan ketiga penggunaan prinsip mengajar.
1.      Tahapan Mengajar
Tahapan mengajar terdiri dari tiga tahapan pokok yaitu tahapan pemula (pra instruksinal), tahap pengajaran (instruksional), dan tahap penilaian dan tindak lanjut.

2.      Pendekatan Mengajar
Inti dari tahapan instruksional adalah kegiatan belajar para siswa. Tinggi rendahnya kadar kegiatan belajarbanyak dipengaruhi oleh pendekatan mengajar yang digunakan guru. Beberapa model atau pendekatan mengajar adalah:
a.       Pendekatan Ekspositeri atau Model Informasi
b.      Pendekatan Inquiry/Discovery
c.       Pendekatan Interaksi Sosial
d.      Pendekatan Tingkah Laku
B.     Klasifikasi Strategi Belajar Mengajar
Menurut Tabrani Rusyan, ada berbagai masalah sehubungan dengan strategi belajar mengajar yang dapat digolongkan sebagai berikut
1.      Konsep Dasar Strategi Belajar Mengajar
2.      Sasaran Kegiatan Belajar Mengajar
3.      Belajar Mengajar Sebagai Suatu Sistem
4.      Hakikat Proses Belajar
5.      Entering Behavior Siswa
6.      Pola Belajar Siswa
7.      Memilih Sistem Belajar Mengajar




BAB II Hakikat Pembelajaran
Belajar dan mengajar meruipakan dua konsep yang tidak bisa dipisahkan. Belajar menunjukkan apa yang harus dilakukan seseorang sebagai subjek yang menerima pelajaran, mengajar menunjukkan apa yang dilakukan guru sebagai pengajar.
A.    Komponen-Komponen Pembelajaran
Seorang guru harus melakukan empat komponen dalam proses pembelajaran agar tujuan dari proses pembelajaran tercapai. Empat komponen itu adalah:
1.      Menentukan Tujuan yang Spesifik
2.      Mengadakan Penilaian Pendahuluan
3.      Merencanakan Program Pengajaran
4.      Evaluasi
B.     Komunikasi Dalam Proses Belajar Mengajar
Komunikasi dibutuhkan agar interaksi belajar mengajar antara guru dan murid bisa terlangsung dengan baik. Ada tiga pola komunikasi yang dapat digunakan untuk membangun interaksi antara guru dengan siswa.
1.      Komunikasi sebaai aksi komunikasi satu arah
2.      Komunikasi sebagai interaksi atau komunikasi dua arah
3.      Komunikasi yang tidak hanya melibatkan sebagai transaksi
C.    Kriteria Keberhasilan Pembelajaran
Banyak guru merasa sulit menjawab pertanyaan yang diajukan kepada dirinya mengenai “Apakah pengajaran yang dilakukan telah berhasil, dan apa buktinya?” dan “Apa yang menjadi ukuran dalam menentukan keberhasilan tersebut?”.
Untuk menjawab kedua pertanyaan tadi, kita harus menentukan apa yang menjadi kriteria dari keberhasilan pengajaran.
Ada dua kriteria yang bersifat umum yaitu kriteria ditinjau dari sudut proses (by process) dan kriteria ditinjau dari sudut hasil yang dicapainya (by product).
1.      Pengajaran ditinjau dari segi proses
Untuk mengukur keberhasilan pengajaran dari sudut proses dapat dikaji melalui beberapa persoalan
a.       Apakah pengajaran direncanakan dan dipersiapkan terlebih dahulu oleh guru dengan melibatkan siswa secara sistematik atau suatu proses yang bersifat otomatis dari guru disebabkan telah menjadi pekerjaan rutin?
b.      Apakah kegiatan siswa mengajar dimotivasi guru sehingga ia melakukan kegiatan belajar dengan penuh kesadaran, kesungguhan, dan tanpa paksaan untuk memperoleh tingkat penguasaan pengetahuan kemampuan serta sikap yang dikehendaki dari pengajaran itu sendiri?
c.       Apakah siswa menempuh beberapa kegiatan belajar sebagai akibat penggunaan multimedia yang dipakai guru atau terbatas kepada satu kegiatan belajar saja?
d.      Apakah siswa mempunyai kesempatan untuk mengontrol dan menilai hasil belajar yang dicapainya atau ia tidak mengetahui apakah yang ia lakukan itu benar atau salah?
e.       Apakah proses pengajaran dapat melibatkan semua siswa dalam kelas atau hanya siswa tertentu yang aktif belajar?
f.       Apakah suasana pengajaran atua proses belajar mengajar cukup menyenangkan dan merangsang siswa belajar atau suasana mencemaskan dan menakutkan?
g.      Apakah kelas memiliki sarana belajar yang cukup kaya sehingga menjadi laboratorium belajar atau kelas yang hampa dan miskin dengan sarana belajar sehingga tidak memungkinkan siswa melakukan kegiatan belajar yang optimal?
2.      Pengajaran Ditinjau dari Hasil
Disampung tinjauan dari segi proses, keberhasilan pengajaran dapat dilihat dari segi hasil. Ada korelasi antara proses pengajaran dengan hasil yang dicapai makin besar usaha untuk menciptakan kondisi proses pengajaran maka makin tinggi pula hasil atau produk dari pengajaran.
Berikut adalah beberapa persoalan yang dapat dipertimbangkan dalam menentukan keberhasilan pengajaran ditinjau dari segi hasil yang dicapai siswa
a.       Apakah hasil belajar yang diperoleh ssiwa dari porses pengajaran Nampak dalam bentuk perubahan tingkah laku secara menyeluruh yang terdiri atas kognitif, afektif, dan psikomotorik scara terpadu pada diri siswa atau hasil belajar yang bersifat tunggal?
b.      Apakah hasil belajar yang dicapai siswa dari proses pengajaran mempunyai daya guna dan dapat diaplikasikan mempunyai daya guna dan diaplikasikan dalam kehidupan siswa, terutama dalam pemecahan masalah yang dihadapi atau suatu hasil yang samar-samar sehingga tak banyak dan tak dapat diterapkan?
c.       Apakah hasil belajar yang diperoleh siswa tahan lama diingat dan mengendap dalam pikiran serta cukup mempengaruhi perilaku dirinya atau bersifat incidental masuk dari telinga kiri keluar dari telinga kanan?
d.      Apakah yakin bahwa perubahan yang ditujukan oleh siswa merupakan akibat dari proses pengajaran atau perubahan sebagai akibat lain diluar proses pengajaran?
D.    Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar Siswa
Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor lingkungan dan faktor yang berasal dari diri siswa itu sendiri. Clark mengemukakan bahwa hasil belajar siswa disekolah 70 persen dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan 30 persen dipengaruhi oleh lingkungan.
Disamping faktor kemampuan yang dimiliki siswa, faktor lain seperti motivasi, minat, sikap dan kebiasaan, ketekunan, sosial, ekonomi, dan faktor fisik dan psikis berpengaruh kepada hasil belajar.






BAB III Metode Pembelajaran
A.    Pengertian Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran adalah cara atau teknik penyajian bahan pelajaran yang digunakan guru pada saat menyajikan bahan pelajaran baik secara individual atau secara kelompok.
Syarat-syarat yang harus diperhatikan seorang guru dalam penggunaan metode pembelajaran adalah sebagai berikut:
1.      Metode yang dipergunakan harus dapat membangkitkan motif, minat atau gairah belajar siswa.
2.      Metode yang digunakan dapat merangsang keinginan siswa untuk belajar lebih lanjut
3.      Metode yang digunakan harus dapat memeberikan kesempatan bagi siswa untuk mewujudkan hasil karya
4.      Metode yang digunakan harus dapat menjamin perkembangan kegiatan kepribadian siswa
5.      Metode yang digunakan harus dapat mendidik murid dalam teknik belajar sendiri dan cara memperoleh pengetahuan melalui usaha pribadi
6.      Metode yang digunakan harus dapat menanamkan dan mengembangkan nilai dan sikap siswa dalam kehidupan sehari-hari
B.     Macam-Macam Metode Mengajar dan Penggunaannya
Memilih berbagai metode yang tepat untuk menciptakan proses belajar mengajar yang menarik. Di bawah ini beberapa metode belajar dan penggunaannya.

1.      Metode Ceramah
Metode ceramah adalah metode yang dilakukan guru dalam menyampaikan bahan pelajaran dalam kelas secara lisan. Interaksi guru dan siswa banyak menggunakan bahasa lisan. Dalam metode ini yang mempunyai peran utama adalah guru.
2.      Metode Tanya Jawab
Metode ini adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat two way traffic karena pada saat ini terjadi dialog antara guru dan siswa. Dalam komunikasi ini terlihat adanya hubungan timbale balik secara langsung antara guru dan siswa.
3.      Metode Diskusi
Diskusi suatu kegiatan kelomopok untuk memecahkan masalah dengan maksud untuk mendapat pengertian bersama yang jelas dan teliti tentang sesuatu atau untuk merampungkan keputusan bersama.
4.      Metode Tugas Belajar dan Resitasi
Tugas dan resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah tapi lebih luas dari itu. Tugas dilaksanakan di rumah, sekolah, dan tempat lain. Metode tugas dan resitasi merangsang anak aktif belajar baik secara individu maupun kelompok.
5.      Metode Kerja Kelompok
Metode kerja kelompok atau bekerja dalam situasi kelompok mengandung pengertian bahwa siswa dalam satu kelas dipandang sebagai suatu kesatuan tersendiri.


6.      Metode Demontrasi dan Eksperimen
Metode demontrasi adalah metode mengajar yang memperlihatkan bagaimana proses terjadinya sesuatu. Metode eksperimen adalah metode pengajaran yang dilakukan bersama-sama oleh guru dan siswa.
7.      Metode Sosiodrama dan Bermain Peran
Metode sosiodrama adalah metode mengajar dengan mendemonstrasikan cara bertingkah laku dalam hubungan sosial, metode bermain peran adalah menekankan kenyataan dimana para siswa diikut sertakan dalam permainan peranan dalam mendemontrasikan masalah sosial.
8.      Metode Problem Solving
Metode problem solving tidak hanya metode mengajar tetapi juga metode berpikir, dalam metode ini menggunakan metode lain dimulai dari mencari data sampai menarik kesimpulan.
9.      Meode Sistem Regu
Metode sistem regu atau team teaching adalah pengajaran yang dilakukan bersama oelh beberapa orang yang artinya suatu metode atau cara menyajikan bahan pelajaran dilakukan bersama dua orang atau lebih.
10.  Metode Latihan
Metode latihan umumnya digunakan untuk memperoleh ketangkasan atau keterampilan dari apa yang sudah dipelajari.
11.  Metode Karyawisata
Metode ini kunjungan keluar kelas dalam rangka belajar.
BAB IV Tugas, Peranan, dan Kompetensi Guru
A.    Tugas Guru dalam Proses Belajar Mengajar
Seorang guru memiliki banyak tugas. Jika dikelompokan tugas guru berupa tugas dalam bidang profesi, tugas kemanusiaan, dan tugas dalam bidang kemasyarakatan.
Tugas guru dalam proses belajar meliputi tugas pedagogis dan tugas administrasi. Pedagogois adalah tugas membimbing dan memimpin.
Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar, dna melatih
Tugas guru dalam kemanusiaan di sekolah harus menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua.
Tugas kemasyarakatan guru adalah guru berkewajiban mencerdaskan bangsa menuju pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berdasarkan Pancasila.
B.     Peran Guru dalam Proses Belajar Mengajar
Peran guru dalam proses belajar dapat dikaslifikasikan sebagai berikut
1.      Guru sebagai Demonstrator
2.      Guru sebagai Pengelola Kelas
3.      Guru sebagai Mediator dan Fasilitator
4.      Guru sebagai Evaluator
5.      Peran guru dalam pengadministrasian
6.      Peran guru secara Pribadi
7.      Peran Guru secara psikologis


C.    Kompetensi Guru
Kompetensi merupakan kemampuan dan kewenangan guru dalam melaksanakan profesi keguruan. Melihat tugas, peran, dan tanggung jawab guru, maka kompetensi seorang guru dibagi menajdi tiga bidang.
1.      Kompetensi Kognitif
2.      Kompetensi sikap
3.      Kompetensi Perilaku















BAB V  Keterampilan Dasar Mengajar
Guru merupakan penentu keberhasilan proses belajar mengajar, oleh sebab itu seorang guru harus memiliki beberapa keterampilan agar tujuan dari proses belajar mengajar yang telah dirumuskan dapat tercapai.
A.    Keterampilan bertanya
Pertanyaan yang dirumuskan dan digunakan dengan tepat akan menjadi alat komunkasi antara guru dan murid yang ampuh. Guru harus menguasai berbagai teknik bertanya dan guru harus mendengarkan dengan sungguh-sungguh apa yang dikemukakan oleh siswa dan mempberi tanggapan positif terhadap siswa
B.     Keterampilan Memberi Penguatan
Penguatan atau reinforcement adalah bentuk respons bersifat verbal yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa yang bertujuan memberikan informasi atau umpan balik bagi penerima atas perbuatan sebagai suatu dorongan atau koreksi.
C.    Keterampilan Mengelola Kelas
Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya apabila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar. Pengelolaan kelas adalah kegiatan-kegiatan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar.
D.    Keterampilan Menjelaskan
Yang dimaksud dengan keterampilan menjelaskan dalam pengajaran adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasi secara sistematik. Penyampaian informasi yang terencana dengan baik dan disajikan dengan urutan yang cocok merupakan cirri utama kegiatan menjelaskan.
E.     Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
Diskusi kelompok kecil adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang diinformasi dengan berbagai pengalaman atau informasi pengambilan kesimpuilan atau pemecahan masalah.  Tidak semua guru mampu membimbing para siswa untuk berdiskusi dan calon giri mampu membimbing para siswa berdiskusi tanpa mengalami kesulitan.
F.     Keterampilan Mengadakan Variasi
Variasi stimulasi adlaah kegiatan guru dalam mengenal konteks interaksi belajar mengajar yang ditujukan untuk mengatasi kebosanan murid sehingga dalam situasi belajar mengajar murid senantiasa menunjukkan ketekunan, antusiasme, dan partisipasi.
G.    Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran
Guru harus bisa membuka pelajaran unuk menyiapkan kondisi mental murid agar perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajarinya sehingga usaha tersebut memberikan efek positif terhadap kegiatan belajar.
H.    Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perseorangan
Secara fisik bentuk pengajaran yang dihadapi guru terbatas, yaitu antara 3-8 orang untuk kelompok kecil dan seorang untuk perseorangan. Guru tidak hanya menghadapi satu orang atau satu kelompok saja sepanjang waktu. Guru menghadapi banyak siswa yang terdiri dari beberapa kelompok yang terdiri dari beberapa kelompok.

BAB VI Media Pembelajaran
A.    Pengertian Media Pembelajaran
Menurut Association For Education and Communication Technology (AECH), media adalah bentuk yang diprogramkan untuk suatu proses penyaluran informasi. Medua merupakan alat yang digunakan sebagai perantara untuk menyampaikan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemajuan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar mengajar.
B.     Fungsi dan Nilai Media
Ada enam fungsi pokok media dalam proses belajar mengajar
1.      Penggunaan media dalam proses belajar mengajar mempunyai fungsi sebagai alat bantu
2.      Penggunaan media merupakan bagian yang terintegral dari keseluruhgan situasi mengajar
3.      Media dalam penggunaannya integral dengan tujuan dan fungsi
4.      Penggunaan media dalam pembelajaran bukan hanya sebagai alat hiburan, media digunakan untuk melengkapi proses belajar
5.      Penggunaan Media dalam pembelajaran membantu untuk mempercepat proses belajar mengajar dan membantu siswa dalam menangkap pengertian dan pemahaman dari penjelasan yang diberikan guru
6.      Penggunaan media diutamakan untuk meningkatkan dan mempertinggi mutu belajar

C.    Macam-Macam Media
Media dalam proses belajar dibedakan menjadi alat peraga dua dan tiga dimensi serta alat peraga yang diproyeksi
1.      Alat peraga dua dan tiga dimensi
a.       Bagan
b.      Grafik
c.       Poster
d.      Gambar
e.       Peta datar
f.       Peta timbul
2.      Media yang diproyeksi
a.       Film
b.      Slide dan Filmstrip
D.    Penerapan Media Pembelajaran
Prinsip-prinsip penggunaan media menetapkan tujuan mengajar dengan menggunakan media, meliputi
1.      Persiapan guru
2.      Persiapan kelas
3.      Langkah penyajian pelajaran dan media
4.      Langkah kegiatan belajar
5.      Langkah kegiatan evaluasi pelajaran dan media

BAB VII Pengelolaan Proses Pembelajaran
A.    Perencanaan Pembelajaran
Seorang guru harus memiliki kemampuan dalam merencanakan pembelajaran karena tikiam uamg domokegiatan yang direncanakan dengan matang akan lebih terarah dan tujuan yang diinginkan lebih mudah tercapai.
Rencana pembelajaran dibuat oleh guru untuk setiap kali pertemuan atau bisa juga untuk 4 atau 5 kali pertemuan sekaligus. Dalam membuat rencana pembelajaran harus memuat lima unsure.
1.      Tujuan instruksional
2.      Bahan pembelajaran
3.      Kegiatan belajar
4.      Metode dan alat bantu
5.      Evaluasi/penilaian
B.     Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran merupakan proses berlangsungnya belajar mengajar di sekolah yang merupakan inti dari kegiatan pendidikan.
Tahap yang harus ditempuh oleh guru dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran adalah:
1.      Tahap Pra Instruksional, tahap yang ditempuh saat memulai proses pembelajran
2.      Tahap Instruksional atau tahap pemberian bahan pelajaran
3.      Tahap evaluasi, tahap ini bertujuan untuk engetahui keberhasilan tahap instruksional

C.    Strategi Pembelajaran Aktif
Pembelajaran aktif adalah suatu pembelajaran yang mengajak siswa untuk belajar secara aktif. Menurut Hisyam Zaini dkk Strategi Pembelajaran aktif antara lain:
1.      Critical Incident (Pengalaman Penting)
2.      Prediction Guide (Tebak Pelajaran)
3.      Group Resume (Resume Kelompok
4.      Assesment Search (Menilai Kelas)
5.      Questions Student Have (Pertanyaan dari Siswa)
6.      Active Knowledge Sharing (Saling tukar pengetahuan)
7.      Listening Teams (Team pendengar)
8.      Synergetic Teaching (Pengajaran sinergis)
9.      Active Debate (Debat aktif)
10.  Card Sort (Sortir Kartu)
11.  Jigsaw Learning (Belajar Model Jigsaw)
12.  Everyone is A Teacher (Setiap orang adalah guru)







BAB VIII Evaluasi Pembelajaran
A.    Pengertian, Kedudukan, dan Syarat-Syarat Umum Evaluasi
1.      Pengertian Evaluasi
Evaluasi adalah proses sistematis untuk menentukan nilai sesuatu berdasarlam lroteroa tertentu melalui penilaian.
Evauasi belajar dan pembelajaran adalah proses untuk menentukan nilai belajar dan pembelajaran yang dilaksanakan dengan melalui kegiatan penilaian atau pengukuran belajar dan pembelajaran.
2.      Syarat-Syarat Umum Evaluasi
Syarat umum yang harus dipenuhi dalam mengadakan kegiatan evaluasi dalam proses pendidikan adalah.
a.       Kesahihan (Validitas)
b.      Keterandalan
c.       Kepraktisan
B.     Fungsi Evaluasi Hasil Belajar
Fungsi kegiatan evaluasi hasil belajar adalah
1.      Untuk diagnostic dan pengembangan
2.      Seleksi
3.      Kenaikan kelas
4.      Penempatan


C.    Teknik-Teknik Evaluasi
Teknik evaluasi digunakan untuk menilai siswa yang lulus dan bekerja atau menempati pekerjaan tertentu untuk itu diperlukan data pada waktu yang bersangkutan masih di bangku lembagap endidikan dan data setelah ia bekerja.
Teknik pengukuran dalam konteks latihan meliputi:
1.      Teknik Pengukuran Langsung
2.      Pengukuran dampak secara tak langsung
3.      Pengukuran berdasarkan informasi pihak kedua
4.      Teknik mengukur reaksi dalam jangka panjang
Pengukuran secara langsung tentang permintaan pada pendidikan dan kuesioner serta wawancara.
1.      Teknik-teknik evaluasi akhir pengajaran
2.      Teknik evaluasi keterampilan reproduksi
3.      Teknik keterampilan produktif
4.      Teknik menilai pengetahuan







BAB IX Pembelajaran Modul
Model pembelajaran modul merupakan salah satu metode yang baru yang membuka kemungkinan memberikan pengajaran kepada sejumlah besawr siswa dan member kesempatan bagi pengajaran individu
A.    Pengertian dan Tujuan Pembelajaran
1.      Pengertian
Modul adalah unit lengkap yang terdiri dari rangkaian kegiatna belajar yang disusun untuk memmbantu siswa mencapai tujuan yang telah dirumuskan.
2.      Tujuan Pembelajaran Modul
Sistem pembelajaran modul dipandang lebih efektif karena pembelajaran modul merupakan salah satu bentuk pembelajaran mandiri yang dapat membimbing siswa untuk belajar sendiri mengenai materi pelajaran tanpa adanya campur tangan guru. Tujuan dari pembelajaran modul adalah:
a.       Siswa dapat belajar sesuai dengan cara masing-masing
b.      Siswa mempunyai kesempatan belajar sesuai dengan kecepatan masing-masing
c.       Siswa dapat memilih topic pelajaran yang diminati
d.      Siswa diberi kesempatan untuk mengenal kelebihan dan kekurangannya
B.     Langkah-Langkah Penyusunan Modul
Langkah dalam penyusunan modul adalah:
1.      Merumuskan tujuan secara jelas dan spesifik
2.      Urutan tujuan-tujan menentukan langkah diikuti dalam modul
3.      Teks diagnotik untuk mengukur pengetahuan dan kemampuan siswa
4.      Menyusun alasan pentingnya modul bagi siswa
5.      Kegiatan belajar direncanakan untuk membantu siswa
6.      Menyusun post-test untuk mengukur hasil belajar
7.      Menyiapkan sumber bacaan yang dibutuhkan siswa
C.    Prinsip Pembelajaran Modul
Pembelajaran modul memiliki karakteristik tersendiri yang luas dan berebda dengan pembelajaran individual, yaitu:
1.      Prinsip fleksibilitas
2.      Prinsip feedback
3.      Prinsip penguasaan tungtas
4.      Prinsip remedial
5.      Prinsip motivasi
6.      Prinsip pengayaan









BAB X Pembelajaran Micro Teaching
A.    Pengertian, Tujuan, Dan Penggunaan Micro Teaching
1.      Pengertian
Micro Teaching adalah kegiatan mengajar yang dilakukan dengan cara menyederhanakan atau segalanya dikecilkan. Dengan memperkecil jumlah murid, menyingkat waktu, mempersempit sasaran dan mebatasi keterampilan, maka perhatian dapat sepenuhnya dilakukan untuk pembinaan dan penyempurnaan keterampilan khusus yang dipelajari.
Unsur-unsur penting dalam micro teaching:
·         Tujuan dan sasaran keterampilan
·         Struktur dan Organisasi
·         Perencanaan dan Jadwal
·         Pembinaan
·         Feedback
·         Siswa
·         Saran kegiatan
2.      Tujuan Micro Teaching
Tujuan umum micro taching adalah mempersiapkam mahasiswa calon guru untuk menghadapi pekerjaan mengajar spepenuhnya di muka kelas dengan memiliki pengetahuan, keterampilan, kecakapan dan sikap sebagai guru professional.
3.      Penggunaan Micro teaching
Micro teaching dapat digunakan dalam
a.       Latihan pre servie
b.      Latihan in service
c.       Latihan bagi kelompok perdamaian
d.      Latihan bagi guru-guru/dosen perguruan tinggi
e.       Penyulihan Mikro
f.       Latihan bagi supervisor
g.      Pembelajaran mikro
4.      Pola dasar operasional
Pola berdasarkan:
·      Prinsip efisiensi
·      Prinsip koordinasi
·      Prisnip kooperasi/komunikasi
·      Prinsip prioritas
5.      Pola organisasi
Organisasi yang baik dengan susunan personal serta tata kerja yang tepat akan ikut menentukan berhasilnya kegiatan micro teaching. Organisasi micro teaching merupakan satuan kerja yang terdiri dari:
a.       Pimpinan
b.      Sekretaris
c.       Biro pelaksanaan program
d.      Staf ahli teknis
e.       Staf ahli penelitian
f.       Dewan yang terdiri
g.      Mahasiswa sebagai subyek micro teaching
6.      Pola Sarana
Pola ini disesuaikan dengan fasilitas yang ada
7.      Pola Pembiayaan
·         Kategori pembiayaan
a.       Pembiayaan minimal
b.      Pembiayaan menggunaan Video Tape Recorder
B.     Program Pendidikan dan Pengajaran dalam Micro Teaching
1.      Tujuan Operasional Micro Teaching
a.       Mengembangkan kemampuan diri
b.      Memungkinkan adanya perbaikan
c.       Menanamkan rasa percaya diri
d.      Mengembangkan sikap kritis
e.       Menanamkan kesadaran akan nilai keterampilan
f.       Menyiapkan bekal mahasiswa dalam menghadapi praktek keguruna
g.      Mengenal kelemahan dan kekeliruan dalam penampilan keterampian
h.      Memungkinkan melihat model cara mengajar
i.        Memungkinkan banyak orang yang dapat mengikuti proses mengajar
j.        Merupakan medan baru untuk mencoba system atau metode baru
k.      Member kesempatan pendekatan analitis mengenaik eterampilan dan strategi mengajar

2.      Materi kegiatan
Materi kegiatan yang dimaksud adalah keterampilan yang akan dilatih dalam micro teaching
a.       Keterampilan member motivasi
b.      Keterampilan presentasi dan komunikasi
c.       Keterampilan mengemukakan pertanyaan
d.      Leterampilan memimpin
e.       Mengembangkan kegiatan berpikir murid
f.       Keterampilan mengadakan evaluasi
3.      Prosedur Micro Taching
a.       Diskusi dan analisa macam-macam keterampilan
b.      Model
c.       Tugas untuk micro taching dan penyusunan persiapan
d.      Praktek micro teaching
e.       Feedback
f.       Mengubah/memperbaiki persiapan mengajar
g.      Praktek micro teaching ulang
h.      Observasi dan pencatatan dilakukan lagi
i.        Menyoroti perbaikan yang telah dicapai calon guru
C.     Langkah-Langkah Pembelajaran Micro Teaching
1.      Pengenalan
2.      Penyajian model
3.      Persiapan
4.      Praktek
5.      Diskusi
D.    Evaluasi dalam Micro Teaching
Dalam micro teaching evaluasi dibagi atas:
1.      Siapa yang menilai
2.      Apa yang dinilai
3.      Guna penilaian
4.      Contoh format penilaian
E.     Umpan Balik
1.      Maksud Umpan Balik
Umpan Balik adalah data ntuk feedback yang didiskusikan, dilihat, kembali keterampilan dalam micro teaching.
2.      Pelaksanaan Umpan Balik
Pelaksanaan feedback dilakukan setelah micro teaching dan murid-murid yang dipinjam kembali ke kelasnya.
3.      Guna Feedback
Feedback berguna untuk:
a.       Mengaktuifkan seluruh orang yang tersangkut dalam micro teaching
b.      Arena yang memberikan kesempatan untuk mengeluarkan pendapat
c.       Ksempatan mengenali diri
d.      Mengetahui kelemahan sendiri
e.       Mempunyai sikap terbuka
f.       Mengembangkan rasa percaya diri
g.      Merupakan usaha bersama untuk menyempurnakan keterampilan
h.      Dijadikan bahan penelitian/riset praktek
F.      Persiapan Micro teaching
1.      Waktu bila mana diadakan micro teaching
2.      Tempat dilakukan micro teaching
3.      Orang-orang dalam micro teaching
4.      Pola micro teaching
5.      Rencana kegiatan dan prosedur kegiatan
6.      Sarana dan prasarana
7.      Follow Up
G.    Penyelenggaraan Micro Teaching
1.   Penyelenggaraan di pusat micro teaching di kampus

2.   Penyelenggaraan di pusat micro teaching di sekolah

4 komentar: