Minggu, 17 November 2013

Kepercayaan


A.      Pengertian Kepercayaan
Kepercayaan (trust) berarti keyakinan terhadap integritas, kemampuan, atau karakter seseorang atau sesuatu. Dalam berorganisasi kepercayaan adalah hal yang penting karena itu akan membantu mengatur kompleksitas, membantu mengembangkan kapasitas aksi, meningkatkan kolaborasi dan meningkatkan kemampuan pembelajaran organisasi.
Menurut beberapa ahli, berikut adalah pengertian dari kepercayaan:
-       Das dan Teng (1998):  “Derajat di mana seseorang yang percaya menaruh sikap positif terhadap keinginan baik dan keandalan orang lain yang dipercayanya di dalam situasi yang berubah ubah dan beresiko. 
-       Rousseau et al (1998): “Bagian psikologis yang terdiri dari keadaan pasrah untuk menerima kekurangan berdasarkan harapan positif dari niat atau perilaku orang lain.
-       Mayer (1995): ” Keinginan suatu pihak untuk menjadi pasrah/menerima tindakan dari pihak lain berdasarkan pengharapan bahwa pihak lain tersebut akan melakukan sesuatu tindakan tertentu yang penting bagi pihak yang memberikan kepercayaan, terhadap kemampuan memonitor atau mengendalikan pihak lain. 
-       Doney et.al. (1998): “Sesuatu yang diharapkan dari kejujuran dan perilaku kooperif yang berdasarkan saling berbagi norma-norma dan nilai yang sama.”

Jadi dapat disimpulkan bahwa kepercayaan dalam hal ini berarti keadaan dimana seorang individu dapat mengharapkan sifat positif dari individu atau organisasi lain dalam situasi apapun.

Robbins (2008), menyatakan bahwa “The essence of leadership is trust” (esensi kepemimpinan adalah kepercayaan). Ada lima kunci dalam membangun sebuah kepercayaan, yaitu:
1.      Integritas
2.      Kompetensi
3.      Konsistensi
4.      Kesetiaan
5.      Keterbukaan

Ada tiga jenis kepercayaan dalam hubungan organisasi:
1.       Kepercayaan berdasarkan penolakan
Kepercayaan yang didasarkan pada ketakutan akan pembalasan jika kepercayaan dilanggar.  Bawahan sebenarnya tidak mempercayai atasannya tetapi karena takut hal itu akan berdampak yang tidak diinginkan maka dia memberikan kepercayaan semu ke pada atasannya.
2.       Kepercayaan berbasiskan pengetahuan
Kepercayaan yang diberikan bawahan kepada atasan yang didasarkan pada keyakinan bahwa atasannya memang benar dan kapabel.
3.       Kepercayaan yang berbasis identifikasi
Kepercaayaan berdasarkan pemahaman timbal-balik tentang setiap instansi pihak lain dan penghargaan atas kemauan dan keinginan pihak lain.

B.      Membangun Kepercayaan
Menurut Reinhartz & Beach (2004) ada empat cara untuk membangun kepercayaan.
1.       Mampu menyesuaikan diri
Pemimpin yang mampu menyesuaikan diri adalah pemimpin yang mudah beradapatasi dengan lingkungan yang selalu berubah-ubah dengan cepatnya. Ia harus fleksibel. Fleksibel ialah bersifat luwes kepada siapa saja dalam pergaulan. Dalam konteks sekolah, fleksisbilitas ialah keluwesan-keluwesan yang diberikan kepada sekolah untuk mengelola sekolah dengan baik dalam rangka meningkatkan kualitas sekolah. Pemimpin yang teguh pada pendiriannya (Persistent).
2.       Kepedulian
Kepedulian (caring) berkorelasi positif dengan kepercayaan. Pemimpin harus bisa menjadi sandaran bagi para pengikutnya tatkala mereka merasa lelah, cemas, frustrasi, dan kehilangan motivasi. Pemimpin secacam ini akan mampu membangun kedekatan emosional dengan para pengikutnya. Demikian pula sebaliknya.
3.       Menciptakan Visi dan Budaya
Pemimpin dapat menciptakan visi yang dapat dijadikan motivasi bagi para anggotanya. Dengan ini anggota merasa dipercaya dan juga dapat mempercayai pemimpin organisasi. Pemimpin juga harus bisa menciptakan budaya yang baik di organisasi, karena dengan budaya yang baik para anggota dapat mempercayai pimpinan dan juga bisa menjadi individu yang dapat dipercaya.
4.       Komitmen
Komitmen pada setiap karyawan sangat penting karena dengan suatu komitmen seorang karyawan dapat menjadi lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaannya dibanding dengan karyawan yang tidak mempunyai komitmen. Biasanya karyawan yang memiliki suatu komitmen, akan bekerja secara optimal sehingga dapat mencurahkan perhatian, pikiran, tenaga dan waktunya untuk pekerjaanya, sehingga apa yang sudah dikerjakannya sesuai dengan yang diharapkan oleh perusahaan.
Sumber:
-       Makalah Kelompok 4













Tidak ada komentar:

Posting Komentar