Minggu, 06 Oktober 2013

Koordinasi

Koordinasi

A.      Pengertian Koordinasi, Kooperasi, dan Sinergi
Dalam KBBI edisi 3, Koordinasi adalah perihal mengatur suatu organisasi atau kegiatan sehingga peraturan dan tindakan yg akan dilaksanakan tidak saling bertentangan atau simpang siur. Menurut G.R. Terry koordinasi adalah suatu usaha yang sinkron dan teratur untuk menyediakan jumlah dan waktu yang tepat, dan mengarahkan pelaksanaan untuk menghasilkan suatu tindakan yang seragam dan harmonis pada sasaran yang telah ditentukan.  Sedangkan menurut E.F.L. Brech, koordinasi adalah mengimbangi dan menggerakkan tim dengan memberikan lokasi kegiatan pekerjaan yang cocok dengan masing-masing dan menjaga agar kegiatan itu dilaksanakan dengan keselarasan yang semestinya di antara para anggota itu sendiri.
 Jadi dapat disimpulkan bahwa Koordinasi adalah kegiatan mengatur dalam organisasi yang membuat orang-orang yang berbeda pendapat atau hal-hal berbeda dapat bekerja bersama demi mencapai sebuah tujuan dalam organisasi.
Berbeda dari Koordinasi, Kooperasi adalah kegiatan bekerja sama dengan tujuan bersama. Kooperasi tidak memerlukan pengaturan atau menyamakan perbedaan selama tujuan mereka dapat tercapai.
Sinergi dalam KBBI edisi ketiga adalah kegiatan atau operasi gabungan. Dalam bisnis, sinergi bisa  berarti sebagai kerjasama yang akan menghasilkan hasil yang lebih baik jika setiap orang dalam sebuah kelompok bekerja untuk tujuan yang sama secara individu.  Sinergi dalam manajemen berarti gabungan usaha individu sebagai partisipan dari kelompok. Kondisi yang ada ketika bagian organisasi berinteraksi untuk menghasilkan efek gabungan yang lebih dari bagian yang bekerja sendirian.
Jadi bisa disimpulkan bahwa sinergi adalah interaksi beberapa elemen dalam sistem untuk menghasilkan efek yang berbeda dari atau lebih besar daripada jumlah efek masing-masing.
B.      Jenis Koordinasi
Ada beberapa jenis-jenis Koordinasi
1.       Koordinasi Horizontal
Koordinasi horizontal adalah koordinasi antara orang-orang yang mempunyai tingkatan sama dalam sebuah organisasi.
2.       Koordinasi Vertikal atau Struktural
Koordinasi vertical adalah koordinasi antara atasan dan bawahannya.
3.       Koordinasi Intern
Koordinasi intern adalah koordinasi dengan orang-orang yang ada di satu organisasi
4.       Koordinasi ekstern
Koordinasi ekstern adalah koordinasi dengan pihak-pihak yang ada di luar organisasi
5.       Koordinasi Diagonal
Koordinasi diagonal adalah koordinasi atasan-bawahan antar departemen
6.       Koordinasi Fungsional
Koordinasi fungsional adalah koordinasi antar orang atau antar unit pada fungsi sama pada sebuah organisasi
7.       Koordinasi Prosedural
Koordinasi procedural adalah koordinasi antar orang atau antar unit sesuai dengan struktur organisasi
8.       Koordinasi Substantif
Koordinasi substantive adalah koordinasi yang dibutuhkan dalam melaksanakan pekerjaan

C.      Tujuan dan Manfaat Koordinasi
Tujuan dan manfaat koordinasi antara lain sebagai berikut :
1.       Untuk mewujudkan KISS (koordinasi,integrasi,sinkronisasi, dan simplifikasi) agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien.
2.       Memecahkan konflik kepentingan berbagai pihak yang terkait.
3.       Agar menejer pendidikan mampu mengintregrasikan kegiatan fungsional dinas pendidikan dan tujuan-tujuan dari unit organisasi yang terpisah-pisah untuk mencapai tujuan bersama dengan sumber daya yang terbatas secara efektif dan efisien.
4.       Adanya pembagian kerja dimana semakin besar pembagian kerja,semakin diperlukan pengoordinasian/penyerasian sehingga tidak terjadi duplikasi atau tumpang-tindih pekerjaan yang menyebabkan pemborosan.
5.       Untuk mengembangkan dan memelihara hubungan yang baik dan harmonis di antara kegiatan-kegiatan, baik fisik maupun nonfisik.
6.       Untuk memperlancar pelaksanaan tugas dalam rangka mencapai tujuan dengan sumber daya yang terbatas.
7.       Mencegah terjadinya konflik interal dan eksternal  yang kontra produktif.
8.       Mencegah terjadinya kekosongan ruang dan waktu.
9.        Mencegah terjadinya persaingan yang tidak sehat

D.      Prinsip Koordinasi

Secara rinci prinsip-prinsip Koordinasi adalah:
a.       Prinsip kesatuan arah dan tujuan
b.      Prinsip kesepakatan tentang kegiatan yang harus dilakukan masing-masing pihak
c.       Prinsip ketaatan atau loyalitas
d.      Prinsip bertukar informasi tentang kegiatan, hasil yang dicapai, dan masalah yang dihadapi
e.      Prinsip saling menghormati
f.        Prinsip profesionalitas
g.       Prinsip saling dapat dipercaya
h.      Prinsip ketepatan penggunaan alat koordinasi
i.         Prinsip efisiensi
j.        Prinsip adanya coordinator atau pemimpin yang mampu memimpin dan memonitor seluruh pelaksanaan kerja sama dalam organisasi.
Koordinasi akan berlangsung secara efektif apabila dilaksanakan secara terus menerus dan berkesinambungan dari tahap awal sampai akhir pekerjaan; mengupayakan hubungan dan pertemuan pertemuan diantara berbagai pihak yang terkait, serta mengembangkan keterbukaan sehingga jika terdapat perbedaan pandangan dapat didiskusikan dan dipecahkan bersama.

E.       Karakteristik Koordinasi yang Efektif
1.       Tujuan berkoordinasi tercapai dengan memuaskan semua pihak terkait.
2.       Koordinator sangat proaktif dan kooperatif.
3.       Tidak ada yang mementingkan diri sendiri atau kelompoknya (egosektoral).
4.       Tidak terjadi tumpang tindih tugas.
5.       Komitmen semua pihak tinggi.
6.       Informasi keputusan mengalir cepat ke semua pihak yang ada dalam sistem jaringan koordinasi.
7.       Tidak merugikan pihak-pihak yang berkoordinasi.

8.       Semua masalah terpecahkan.
9.       Tersedianya laporan tertulis yang lengkap dan rinci oleh masing-masing stakeholder.

Sumber:
-          Wiryoputro, Sugiyanto. Dasar-Dasar Manajemen Kristiani. Jakarta: BPK Gunung Mulia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar