Koordinasi
A.
Pengertian Koordinasi, Kooperasi, dan Sinergi
Dalam KBBI edisi 3, Koordinasi adalah perihal mengatur suatu
organisasi atau kegiatan sehingga peraturan dan tindakan yg akan dilaksanakan
tidak saling bertentangan atau simpang siur. Menurut G.R. Terry koordinasi
adalah suatu usaha yang sinkron dan teratur untuk menyediakan jumlah dan waktu
yang tepat, dan mengarahkan pelaksanaan untuk menghasilkan suatu tindakan yang
seragam dan harmonis pada sasaran yang telah ditentukan. Sedangkan menurut E.F.L. Brech,
koordinasi adalah mengimbangi dan menggerakkan tim dengan memberikan lokasi
kegiatan pekerjaan yang cocok dengan masing-masing dan menjaga agar kegiatan
itu dilaksanakan dengan keselarasan yang semestinya di antara para anggota itu
sendiri.
Jadi dapat disimpulkan bahwa Koordinasi adalah
kegiatan mengatur dalam organisasi yang membuat orang-orang yang berbeda
pendapat atau hal-hal berbeda dapat bekerja bersama demi mencapai sebuah tujuan
dalam organisasi.
Berbeda dari Koordinasi, Kooperasi adalah kegiatan bekerja
sama dengan tujuan bersama. Kooperasi tidak memerlukan pengaturan atau
menyamakan perbedaan selama tujuan mereka dapat tercapai.
Sinergi dalam KBBI edisi ketiga adalah kegiatan atau operasi
gabungan. Dalam bisnis, sinergi bisa
berarti sebagai kerjasama yang akan menghasilkan hasil yang lebih baik
jika setiap orang dalam sebuah kelompok bekerja untuk tujuan yang sama secara
individu. Sinergi dalam manajemen
berarti gabungan usaha individu sebagai partisipan dari kelompok. Kondisi yang
ada ketika bagian organisasi berinteraksi untuk menghasilkan efek gabungan yang
lebih dari bagian yang bekerja sendirian.
Jadi bisa
disimpulkan bahwa sinergi adalah interaksi beberapa elemen dalam sistem untuk
menghasilkan efek yang berbeda dari atau lebih besar daripada jumlah efek
masing-masing.
B.
Jenis
Koordinasi
Ada beberapa
jenis-jenis Koordinasi
1.
Koordinasi
Horizontal
Koordinasi
horizontal adalah koordinasi antara orang-orang yang mempunyai tingkatan sama
dalam sebuah organisasi.
2.
Koordinasi
Vertikal atau Struktural
Koordinasi vertical
adalah koordinasi antara atasan dan bawahannya.
3.
Koordinasi
Intern
Koordinasi intern
adalah koordinasi dengan orang-orang yang ada di satu organisasi
4.
Koordinasi
ekstern
Koordinasi ekstern
adalah koordinasi dengan pihak-pihak yang ada di luar organisasi
5.
Koordinasi
Diagonal
Koordinasi diagonal
adalah koordinasi atasan-bawahan antar departemen
6.
Koordinasi
Fungsional
Koordinasi
fungsional adalah koordinasi antar orang atau antar unit pada fungsi sama pada
sebuah organisasi
7.
Koordinasi
Prosedural
Koordinasi
procedural adalah koordinasi antar orang atau antar unit sesuai dengan struktur
organisasi
8.
Koordinasi
Substantif
Koordinasi
substantive adalah koordinasi yang dibutuhkan dalam melaksanakan pekerjaan
C.
Tujuan
dan Manfaat Koordinasi
Tujuan dan manfaat koordinasi antara lain sebagai berikut :
1.
Untuk mewujudkan KISS
(koordinasi,integrasi,sinkronisasi, dan simplifikasi) agar tujuan organisasi
tercapai secara efektif dan efisien.
2.
Memecahkan konflik kepentingan berbagai pihak
yang terkait.
3.
Agar menejer pendidikan mampu mengintregrasikan
kegiatan fungsional dinas pendidikan dan tujuan-tujuan dari unit organisasi
yang terpisah-pisah untuk mencapai tujuan bersama dengan sumber daya yang
terbatas secara efektif dan efisien.
4.
Adanya pembagian kerja dimana semakin besar
pembagian kerja,semakin diperlukan pengoordinasian/penyerasian sehingga tidak
terjadi duplikasi atau tumpang-tindih pekerjaan yang menyebabkan pemborosan.
5.
Untuk mengembangkan dan memelihara hubungan yang
baik dan harmonis di antara kegiatan-kegiatan, baik fisik maupun nonfisik.
6.
Untuk memperlancar pelaksanaan tugas dalam
rangka mencapai tujuan dengan sumber daya yang terbatas.
7.
Mencegah terjadinya konflik interal dan
eksternal yang kontra produktif.
8.
Mencegah terjadinya kekosongan ruang dan waktu.
9.
Mencegah terjadinya persaingan yang tidak
sehat
D.
Prinsip Koordinasi
Secara rinci
prinsip-prinsip Koordinasi adalah:
a.
Prinsip
kesatuan arah dan tujuan
b.
Prinsip
kesepakatan tentang kegiatan yang harus dilakukan masing-masing pihak
c.
Prinsip
ketaatan atau loyalitas
d.
Prinsip
bertukar informasi tentang kegiatan, hasil yang dicapai, dan masalah yang
dihadapi
e.
Prinsip
saling menghormati
f.
Prinsip
profesionalitas
g.
Prinsip
saling dapat dipercaya
h.
Prinsip
ketepatan penggunaan alat koordinasi
i.
Prinsip
efisiensi
j.
Prinsip
adanya coordinator atau pemimpin yang mampu memimpin dan memonitor seluruh
pelaksanaan kerja sama dalam organisasi.
Koordinasi akan
berlangsung secara efektif apabila dilaksanakan secara terus menerus dan
berkesinambungan dari tahap awal sampai akhir pekerjaan; mengupayakan hubungan
dan pertemuan pertemuan diantara berbagai pihak yang terkait, serta
mengembangkan keterbukaan sehingga jika terdapat perbedaan pandangan dapat
didiskusikan dan dipecahkan bersama.
E.
Karakteristik
Koordinasi yang Efektif
1.
Tujuan berkoordinasi tercapai dengan memuaskan
semua pihak terkait.
2.
Koordinator sangat proaktif dan kooperatif.
3.
Tidak ada yang mementingkan diri sendiri atau
kelompoknya (egosektoral).
4.
Tidak terjadi tumpang tindih tugas.
5.
Komitmen semua pihak tinggi.
6.
Informasi keputusan mengalir cepat ke semua
pihak yang ada dalam sistem jaringan koordinasi.
7.
Tidak merugikan pihak-pihak yang berkoordinasi.
8.
Semua masalah terpecahkan.
9.
Tersedianya laporan tertulis yang lengkap dan
rinci oleh masing-masing stakeholder.
Sumber:
-
Wiryoputro,
Sugiyanto. Dasar-Dasar Manajemen
Kristiani. Jakarta: BPK Gunung Mulia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar